Kamis, 30 Maret 2017

Es Kelapa



Es kelapa muda atau es degan (Inggris:young coconut ice) adalah minuman segar penyejuk dahaga yang terbuat dari daging dan air kelapa yang masih muda. Es kelapa muda merupakan minuman yang berasal dari Indonesia yang banyak digemari oleh orang-orang.
 
Manfaat Es Kelapa Muda:
Penyejuk Dahaga, Pengganti Cairan Tubuh, Sebagai Infus, Mencegah Gangguan Pencernaan, Baik bagi Penderita dan Diabetes, Membersihkan Racun dari Tubuh, Menyembuhkan infeksi Urin, Mengobati luka, Baik untuk Ibu hamil, Menyehatkan rambut, Menyehatkan Kulit, Membantu tubuh mengatur tekanan darah dan fungsi organ jantung, Sebagai diuretik, Menyembuhkan berbagai Penyakit

Bahan-bahan yang digunakan :

250 gr daging kelapa muda, dikerok
110 gr gula merah
Air panas sesuaikan
400 ml air kelapa muda
Bahan pelengkap : biji selasih, rumput laut, kolang kaling dan lain sebagainya

Cara membuat es kelapa:

Membuat sirup gula merah : 
Sediakan panci lalu masukan bahan gula merah yang sebelumnya telah di sisir, air panas, aduk hingga rata dan gula merah larut.
Sediakan gelas dan isi dengan air kelapa muda campuran serutan kelapa, es kristal, tuangkan sirup gula merah
Es kelapa muda siap untuk di nikmati

Es Teler



Es teler adalah 'koktail' buah di Indonesia. Alpukat,  kelapa muda, cincau, nangka, dan buah-buahan lainnya disajikan dengan santan, susu kental manis, daun Pandanus amaryllifolius (biasanya dalam bentuk sirupcocopandan), gula, dan sedikit garam.

Bahan untuk Membuat Es Teler :

1 buah alpukat matang yang masih segar ( dikerok )
Agar-agar yang sudah siap pakai secukupnya ( potong dadu )
Buah melon ( dikerok bulat ) secukupnya
300 ml air kelapa muda
Buah kelapa muda yang dikerok ( secukupnya )
1 buah nangka yang masih segar ( potong-potong )
Sirup cocopan dan secukupnya
Susu kental manis secukupnya
Es baru yang dihancurkan secukupnya

Cara Membuat Es Teler :

Siapkan satu mangkuk saji untuk menyajikan es teler
Masukkan buah yang sudah dipotong-potong satu per satu
Masukkan agar-agar diatas potongan buah
Tuang air kelapa muda kedalam mangkuk
Tambahkan sirup cocopandan dan susu kental manis
Kemudian masukkan es batu yang sudah dihancurkan secukupnya
Es teler siap dinikmati

Es Cendol



Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah "cendol" mungkin sekali berasal dari kata "jendol", yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Indonesia, hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala meminum es cendol.

Tepung beras diolah dengan diberi pewarna hijau dan dicetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan. Di Sunda, cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Di Sunda, minum cendol disebut 'nyendol'.

Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es cendol:

100 gram tepung beras
50 gram hunkwe
150 ml air daun pandan
500 ml air putih matang
garam secukupnya

Cara membuat es cendol :

Campurkan tepung beras, air daun pandan, garam dan tepung hunkwe secukupnya dengan air putih matang, kemudian aduk hingga merata.Siapkan air panas ke dalam wadah besar atau baskom, lalu simpan cetakan cendol diatasnya.
Tuangkan adonan cendol tersebut hingga habis dengan cendol matang yang ada di dalam air panasbentuk cetakan cendol hingga memanjang

Bahan-bahan untuk membuat kuah gula merah:

2 lembar daun pandan
500 ml air bersih
500 gram gula merah

Cara membuat kuah gula merah:

Campurkan semua bahan yang digunakan untuk membuat kuah gula merah, lalu rebus hingga gula larut didalam air, didihkan.
Setelah itu, angkat dan dinginkan

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kuah santan es cendol:

1000 ml santan
Garam secukupnya
2 lembar daun pandang

Cara membuat kuah santan es cendol:

Campurkan semua bahan lalu rebus hingga mendidih
Angkat dan sisihkan

Pisang Goreng

Pisang goreng adalah makanan ringan yang banyak ditemui di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Makanan ini dibuat dari buah pisang, sesudah di kupas kulitnya dipotong-potong sesuai keinginan kemudian di lumuri bersama adonan kental terbuat dari campuran tepung, telur, sedikit garam dan gula selanjutnya digoreng dalam minyak goreng.

Pisang goreng sering ditemui dijual diwarung tegal atau warung kopi sebagai makanan pendamping teh atau kopi. Saat ini pisang goreng merupakan makanan yang sangat terkenal di Indonesia. Kadang-kadang pisang goreng diberi topping seperti keju, susu kental manis, cokelat, dan lain sebagainya.




1. RESEP PISANG GORENG
Bahan :

1 Pisang kapok
150 gram tepung terigu
1 sdt garam
1 butir telur
175 ml air putih
½ sdt vanili
minyak untuk menggoreng

CARA MEMBUAT PISANG GORENG :

Campur tepung beras, garam, air, telur, dan vanili.
Aduk hingga rata, tambahkan air jika adonan belum encer atau terlalu kental, sisihkan.
Panaskan minyak, celupkan pisang ke dalam tepung, masukkan ke dalam minyak panas.
Goreng pisang hingga matang dan berwarna kecoklatan.
Angkat dan sajikan.

Karedok


Karedok atau keredok adalah salah satu makanan khas Sunda di Indonesia. Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; mentimun,taoge, kol, kacang panjang, daun kemangi, dan terong. Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur,kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi.


Resep Karedok Sunda

Bahan-bahan Karedok Sunda

Kacang panjang, potong kecil secukupnya
Cabe rawit secukupnya
Gula merah secukupnya
Terasi secukupnya
Bawang putih secukupnya
Kencur secukupnya
Garam dapur secukupnya

Bahan Saus Kacang

Kacang tanah goreng secukupnya
Kencur secukupnya
Gula merah secukupnya
Cabe merah secukupnya
Jeruk limau secukupnya
Terasi bakar secukupnya
Air matang secukupnya
Garam secukupnya
Air asam secukupnya

Bahan Pelengkap Karedok

Sayuran kol, iris-iris secukupnya
Terong bulat, iris-iris secukupnya
Tauge segar secukupnya
Wortel, iris-iris secukupnya
Daun kemangi, haluskan secukupnya
Mentimun, iris-iris secukupnya

Cara Membuat Karedok Kacang Panjang Nikmat Khas Sunda

Terlebih dulu haluskan bumbu saus kacang karedok dengan cara diulek halus. Kemudian masukan sayuran segar yang sudah diiris, dipotong dan dicincang kasar ke dalam ulekan berisi bumbu halus tersebut bersama dengan bahan pelengkap lainnya, aduk merata.Karedok siap disantap.

Soto



Soto, sroto, sauto, tauto, atau coto adalah makanan khas Indonesia seperti sop yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah daging sapi dan ayam, tetapi ada pula yang menggunakan daging babi atau kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki soto khas daerahnya masing-masing dengan komposisi yang berbeda-beda, misalnya soto Madura, soto Kediri,soto pemalang , soto Lamongan, soto Jepara, soto Semarang, soto Kudus, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, sroto Sokaraja, soto Banjar, soto Medan, dancoto Makassar. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, dan soto kambing . Ada Soto yang dibuat dari Daging Kaki Sapi yang disebut dengan Soto Sekengkel.

Cara penyajian soto berbeda-beda sesuai kekhasan di setiap daerah. Soto biasa dihidangkan dengan nasi, lontong,ketupat, mi, atau bihun disertai berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel,emping, sambal, dan sambal kacang. Ada pula yang menambahkan telur puyuh, sate kerang, jeruk limau, dan koya.


Resep dan Bahan Membuat Soto Ayam

1 ekor daging ayam
200 gram tauge / kecambah (direbus sebentar)
200 gram kol / kubis
50 gram soun (direndam dalam air air panas)2
2 buah tomat
4 buah kentang (bisa direbus / digoreng)
3 buah telur rebus
2 liter air
Bawang goreng secukupnya


Bumbu

2 lembar daun salam
2 batang serai
1 batang daun bawang
25 gram lengkuas
2 sendok makan minyak goreng

Bahan yang Dihaluskan

5 gram kunyit
15 gram jahe
3 siung bawang merah
2 siung bawang putih
4 buah kemiri
2 sendok makan garam
½ sendok teh merica

Cara Membuat Soto Ayam Gurih dan Lezat

Tumis bumbu yang sudah di haluskan hingga keluar aroma harum
Rebus ayam di dalam panci bersamaan dengan bumbu yang telah di tumis
Kemudian tambahkan lengkuas, daun salam, daun jeruk dan daun serai ke dalam rebusan ayam tadi Masak sekitar 30 menit hingga daging ayam menjadi empuk
Tambahkan garam dan merica sesuai selera ke dalam kuah rebusan ayam
Setelah daging ayam cukup empuk, pisahkan daging ayam tersebut dari tulangnya, lalu kembalikan tulangnya ke dalam kuah yang ada di panci
Tambahkan potongan daun bawang dan tunggu hingga kuah mendidih
Selama menunggu kuah mendidih. Siapkan kol, soun, tauge, irisan kentang, irisan telur, tomat dan daging ayam yang sudah di suwir ke dalam mangkuk saji
Lalu setelah itu siram bahan-bahan dalam  mangkuk dengan kuah soto yang sudah dimasak
Untuk menghias soto ayam agar terlihat menggoda dan cantik, bisa dengan menaburkan bawang goreng serta irisan jeruk nipis di atasnya sesuai selera Anda
Dan soto ayam spesial siap untuk dihidangkan

Rabu, 29 Maret 2017

Rendang



Rendang atau randang adalah masakandaging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santankelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

Rendang dapat ditemukan di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di kalangan masyarakatIndonesia dan negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura,Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan dalam berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau secara umum, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak dan penggunaan bumbu yang berbeda.

Sejarah

Asal usul rendang ditelusuri berasal dari Sumatera, khususnya Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian. Sebagai masakan tradisi, rendang diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Kemudian seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Karena itulah rendang dikenal luas baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Rendang juga disebut dalam kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah yang membuktikan bahwa rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).


Kelahiran rendang tak luput dari pengaruh beberapa negara, misalnya bumbu-bumbu dari India yang diperoleh melalui para pedagang Gujarat, India. Karena diaduk terus-menerus, rendang identik dengan warna hitam dan tidak memiliki kuah.

Rendang kian masyhur dan tersebar luas jauh melampaui wilayah aslinya berkat budaya merantausuku Minangkabau. Orang Minang yang pergi merantau selain bekerja sebagai pegawai atau berniaga, banyak di antara mereka berwirausaha membuka Rumah Makan Padang di seantero Nusantara, bahkan meluas ke negara tetangga hingga Eropa dan Amerika. Rumah makan inilah yang memperkenalkan rendang serta hidangan Minangkabau lainnya secara meluas.

Rendang juga menjadi makanan yang disajikan khusus untuk hari raya Idul Adha. Banyaknya daging kurban membuat masyarakat Padang berlomba-lomba memasak rendang.

Bahan Rendang Daging :

daging sapi lulur 500 gram, potong melebar kurang lebih 12 bagian
daun kunyit 2 lembar
daun jeruk 2 lembar
serai 2 batang, memarkan pekak 1 buah
kelapa parut sangrai 2 sendok makan
santan 1000-1500 ml dari 2 butir kelapa
minyak goreng 2 sendok makan

Resep Bumbu Halus Rendang Daging :

bawang merah 10 butir
bawang putih 6 siung
cabai merah 150 gram
cabai rawit sesuai selera
kemiri 5 butir
jinten 1/2 sendok teh
ketumbar 1 sendok teh
kunyit 1/2 cm
jahe 1 cm
garam secukupnya

Tempe




Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".

Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.

Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.

Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, sepertiJerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat di daftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).

Pembuatan:

Terdapat berbagai metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.

Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya dapat menyerap asam pada tahap perendaman.

Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan agar miselium fungi dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.

Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami agar diperoleh keasaman yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akibat pertumbuhan bakteri Lactobacillus. Bila pertumbuhan bakteri asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.

Proses pencucian akhir dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibentuk oleh bakteri asam laktat dan agar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya dapat menghambat pertumbuhan fungi.

Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum dapat berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waruatau daun jati (disebut usar; digunakan secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum digunakan oleh pembuat tempe di luar Indonesia). Inokulasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah dingin dan dikeringkan, lalu dicampur merata sebelum pembungkusan; atau inokulum dapat dicampurkan langsung pada saat perendaman, dibiarkan beberapa lama, lalu dikeringkan.

Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai bahan pembungkus atau wadah dapat digunakan (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara karena kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.

Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang menggunakan banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional menggunakan laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi sampai 36 jam.

Sejarah dan Perkembangan:

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata "tempe", misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dankadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa—mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.

Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa.  Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orangTionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji  kedelai yang difermentasikan menggunakan kapangAspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruhIndonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air. Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco,kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.

Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahananPerang Dunia II berhasil selamat karena tempe. Menurut Onghokham, tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah.

Namun, nama 'tempe' pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe. Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, "Jangan menjadi bangsa tempe."Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai tempe ini mulai berubah.

Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia. Plastik (polietilena) mulai menggantikan daun pisang untuk membungkus tempe, ragi berbasis tepung (diproduksi mulai 1976oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti) mulai menggantikan laru tradisional, dan kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksi tempe meningkat dan industrinya mulai dimodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen tempe dan tahu.

Standar teknis untuk tempe telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 3144:2009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai "produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopussp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabu-abuan dan berbau khas tempe.

Khasiat dan Kandungan gizi:

Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.

Komposisi gizi tempe baik kadar protein,lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.

Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.

Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).

Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.

Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.

Asam lemakSunting

Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.

Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.

VitaminSunting

Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).

Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae danCitrobacter freundii.

Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetariantidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.

MineralSunting

Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.

Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadifosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (sepertibesi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.

AntioksidanSunting

Di dalam tempe juga ditemukan suatu zatantioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukanradikal bebas.

Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.

Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.

Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostatdan payudara.


Bahan / Bumbu :

Alat yang digunakan:DandangSaringanBaskomKipas anginTempeSotel kayuKomporTampahDaun pisang atau kantong plastikBahan yang digunakan:Ragi tempeKacang kedelai

Cara Membuat :

Langkah pertama, bersihkan terlebih dahulu ayakan, cukil, kipas angin, ayakan dan peralatan lainnya sebelum digunakan.Setelah itu, cuci dan bersihkan kacang kedelai sampai bersih.Lalu kacang kedelai yang sudah dibersihkan Anda rendam kira-kira hingga 18 jam.Jika kacang kedelai sudah melunak, maka langkah selanjutnya kupas bagian kulit lalu bilas bersamaan dengan menggunakan air bersih.Setelah itu, biji kedelai direbus sampai empuk.Kemudian biji kedelai yang telah direbus tadi Anda tiriskan pada tampan, selanjutnya gunakan kipas angin untuk mengangin-anginkan biji kedelai tadi sampai terasa hangat.Setelah itu, taburkan ragi sedikit-sedikit di atas permukaannya secara merata.Lalu siapkan pembungkusnya, boleh memakai plastik ataupun daun pisang.Kemudian masukan kedelai tadi yang sudah Anda taburkan ragi pada pembungkus daun pisang/plastik. Anda bisa mengatur ukuran ketebalannya.Setelah itu lakukan proses fermentasi selama 2 hari pada suhu kamar. Saat fermentasi berlangsung Anda harus memastikan bahwa kacang kedelai dalam keadaan tertutup.

Jumat, 24 Maret 2017

Pecel Lele




Pecak lele (atau lebih dikenal pecel lele) diIndonesia adalah nama sebuah makanan khas Jawa Tengah  yang terdiri dari ikan lele dan sambal (bumbu) pecak. Biasanya yang dimaksud adalah ikan lele yang digoreng kering dengan minyak lalu disajikan dengan sambal tomat danlalapan. Lalapan biasa terdiri dari kemangi,kubis, mentimun, dan kacang panjang.

Pecak lele adalah sebuah makanan yang murah dan meriah. Makanan ini sangat digemari di Pulau Jawa sebagai alternatif masakan ayam, terutama ayam goreng. Di beberapa daerah memiliki julukan yang berbeda-beda, di jember biasanya disebut pecek lele, malang menyebutnya lalapan lele. Biasanya penyajian pecel lele ini seperti penyajian pada ikan gurami, nila dll. yaitu sambal khas dengan aroma terasi, sayur lalapan seperti kacang panjang, timun, kemangi. Warung pecel lele banyak berdiri di kota dan pinggir jalan dengan sebutan PKL, lesehan lalapan pecek lele dan dibeberapa kampus seperti di jawa banyak berdiri untuk melayani pelajar karena harganya tergolong murah.


1/2 kg ikan lele

1/2 kg ikan lele

3 siung bawang putih

1 sdm ketumbar

secukupnya kunyit

secukupnya garam

bahan sambal

5 siung bawang merah

1 siung bawang putih

8 buah cabai merah

10 buah cabai rawit

1/2 sdt trasi

1 buah tomat (pilih agak besar)

secukupnya garam & gula

lalapan

mentimun

daun kemangi

bahan rendaman ikan

3 siung bawang putih

1 sdm ketumbar

secukupnya kunyit

secukupnya garam

bahan sambal

5 siung bawang merah

1 siung bawang putih

8 buah cabai merah

10 buah cabai rawit

1/2 sdt trasi

1 buah tomat (pilih agak besar)

secukupnya garam & gula

lalapan

mentimun

daun kemangi

Langkah

Buang isi perut lele,cuci bersih.

Haluskan bumbu rendaman lele,kemudian balurkan pada lele & diamkan,supaya bumbu merasuk

Setelah itu goreng lele,kalo saya lebih suka digoreng garing ya..

Kemudian buat sambalnya,goreng bahan sambal kecuali garam & gula ya,goreng hingga layu,kemudian haluskan,jangan lupa gambahkan garam & gula ya.kemudin goreng kembali sambalnya.

Siap dinikmati,mari makan 😊😊

Haluskan bumbu rendaman lele,kemudian balurkan pada lele & diamkan,supaya bumbu merasuk

Setelah itu goreng lele,kalo saya lebih suka digoreng garing ya..

Kemudian buat sambalnya,goreng bahan sambal kecuali garam & gula ya,goreng hingga layu,kemudian haluskan,jangan lupa gambahkan garam & gula ya.kemudin goreng kembali sambalnya.

Siap dinikmati,mari makan 😊😊

Empek-Empek


Pempek atau empek-empek adalahmakanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dantepung kanji (secara salah kaprah sering disebut sebagai "tepung sagu"), serta beberapa komposisi lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa dan garam. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa penganan pempek pusatnya adalah di Palembang karena hampir semua daerah di Sumatera Selatanmemproduksinya.

Pempek bisa ditemukan dengan sangat mudah di seantero Kota Palembang; ada yang menjual di restoran, ada yang di pinggir jalan, dan juga ada yang dipikul. Tahun 1980-an, penjual biasa memikul satu keranjang penuh pempek sambil berjalan kaki berkeliling menjajakan makanannya.


Sejarah

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantauTionghoa ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultananPalembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek atau pek-pek, yaitu sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.[1]

Namun, cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16, sementara bangsa Tionghoa telah menghuni Palembang sekurang-kurangnya semenjak masa Sriwijaya. Selain itu velocipede(sepeda) baru dikenal di Perancis danJerman pada abad 18. Dalam pada itu Sultan Mahmud Badaruddin baru dilahirkan tahun 1767. Walaupun begitu memang sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Tionghoa seperti bakso ikan, kekian atau pun ngohiang.


Bahan-Bahan:

Pada awalnya pempek dibuat dari daging ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut lalu diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya, beberapa jenis ikan sungai lainnya juga dapat digunakan, misalnya ikan putak,toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Bahkan ada juga yang menggunakan ikandencis, ikan lele serta ikan tuna putih.

Penyajian pempek ditemani oleh kuah saus berwarna hitam kecokelat-cokelatan, yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, ebi (udang kering), cabai rawittumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar Pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Pelengkap yang lain untuk menyantap penganan khas ini adalahmentimun segar yang diiris dadu dan miekuning.


Jenis-Jenis Pempek:

Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam", yaitu pempek yang diisi dengan telur ayam dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (berisi irisanpepaya muda rebus yang sudah ditumis dan dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting.

Dari satu adonan pempek, ada banyak makanan yang bisa dihasilkan, bergantung baik pada komposisi maupun proses pengolahan akhir dan pola penyajian. Di antaranya adalah laksan, tekwan, model,celimpungan dan lenggang. Laksan dan celimpungan disajikan dalam kuah yang mengandung santan; sedangkan model dan tekwan disajikan dalam kuah berisi kepingan jamur kuping, kepala udang,bengkuang, serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng dan bumbu lainnya. Varian baru juga sudah mulai dibuat orang, misalnya saja kreasi pempek keju, pempek baso sapi, pempeksosis serta pempek lenggang keju yang dipanggang di wajan anti lengket, serta sekarang warga Palembang pun membuat pempek dengan bahan dasar terigu dannasi sebagai pengganti ikan.

Gudeg




Gudeg (bahasa Jawa:gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat darinangka muda yang dimasak dengansantan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur,tahu dan sambal goreng krecek.

Ada berbagai varian gudeg, antara lain:

Gudeg kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang.Gudeg basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer.

Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih.


Bahan:

1 kg nangka muda, kupas, potong kotak

1000 cc santan dari 1 butir kelapa

3 buah gula merah

5 siung bawang putih

10 siung bawang merah

1 sdm munjung ketumbar bubuk

4 lembar daun salam

3 cm lengkuas, geprek

1 sdm garam

1/2 sdt penyedap rasa

Langkah:

Haluskan bawang putih dan bawang merah.

Masukkan nangka kedalam panci presto, tambahkan bwg yg sudah dihaluskan.

Masukkan ketumbar, gula merah, santan, daun salam, lengkuas, garam dan penyedap rasa.

Aduk2. Tutup panci presto.

Masak dgn api besar selama 1 jam dihitung dari awal panci berbunyi.

Klo sdh 1 jam matikan api. Biarkan uap nya hilang.

Buka tutup panci, aduk2. Koreksi rasa. Masak lagi dgn api kecil sampai gudeg kering.

Angkat. Sajikan.

Kamis, 23 Maret 2017

Opor Ayam



Opor ayam merupakan masakan yang sangat dikenal di Indonesia. Opor ayam diklaim berasal dari daerah berbudaya Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelah barat. Meskipun demikian, masakan ini juga telah dikenal luas di daerah lain.

Opor ayam sebenarnya adalah ayam rebus yang diberi bumbu kental dari santan yang ditambah berbagai bumbu seperti serai,kencur, dan sebagainya. Dalam tradisi Jawa, perayaan Lebaran biasanya dibuat meriah dengan membuat ketupat yang disajikan dengan opor ayam dan sambal goreng hati.

Opor Ayam

Bahan membuat opor ayam :

Daging ayam kampung 1 ekor (potong-potong sesuai selera).
Lengkuas 3 cm (memarkan)
Sereh 2 batang
Daun salam 2 lembar
Jahe 2 cm (digeprak)
Santan 1 liter
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Bumbu Opor ayam yang dihaluskan:

Bawang merah 7 butir
Bawang putih 5 siung
Ketumbar 1 sendok teh
Jinten 1/4 sendok teh
Pala 1/4 butir
Merica butiran 1 sendok teh
Kemiri 5 butir
Kunyit 3 cm

Cara Membuat opor ayam:

Tumis bumbu yang telah dihaluskan, tambahkan serai, daun salam, jahe dan lengkuas aduk sampai harum.Masukkan daging ayam kampung, aduk dan masak sampai berubah warna, setelah itu tambahkan santan garam dan gula pasirOpor ayam siap disajikan untuk keluarga tercinta anda. Sajikan bersama dengan lontong maka akan bertamah lezat.

Itulah bahan dan cara membuat opor ayam.

Rabu, 22 Maret 2017

Nasi Goreng




Nasi goreng adalah sebuah makanan berupa

Nasi yang digoreng dan diadukdalam minyak goreng atau margarin, biasanya ditambah kecap manis, bawang merah, bawang putih, asam jawa, lada dan bumbu-bumbu lainnya, seperti telur, ayam, dan kerupuk. Ada pula nasi goreng jenis lain yang dibuat bersama ikan asin yang juga populer di seluruh Indonesia.


Nasi adalah sebuah bagian penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.


Ada berbagai macam resep nasi goreng tetapi unsur utamanya adalah nasi, minyak goreng, kecap manis.

Selain itu banyak tambahan lain yang dapat dimasukkan, mulai dari sayuran, daging, sambal, saus, kerupuk dan telur goreng.



Bahan Utama Nasi Goreng Rumahan Spesial


5 piring nasi

75 g smoke beef

2 buah sosis, potong lingkaran

2-3 butir telur ayam

100 g cumi

100 g udang

100 g kacang polong

50 g jamur kancing

100 g daging ayam yang sudah di rebus, potong dadu

3 sdm mentega untuk menumis


Bahan Bumbu Nasi Goreng Rumahan Spesial


2 siung bawang merah iris

3 siung bawang putih, iris

2 buah cabai merah, iris

1/2 buah bawang bombay, cincang

1 sdm saus tomat

1 sdm saus sambal

1 sdm saus tiram

kecap manis secukupnya

Sambal terasi secukupnya

Garam secukupnya

Merica secukupnya

Sate




Sate atau satai adalah makanan yang terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arangkayu.
Sate disajikan dengan berbagai macam bumbu yang bergantung pada variasi resep sate.
Daging yang dijadikan sate antara lain daging ayam, kambing,domba, sapi, kelinci, kuda, dan lain-lain.

Sate diketahui berasal dari Jawa,Indonesia, dan dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan nasional Indonesia.
Sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, danThailand.
Sate juga populer di Belandayang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya.

Sate adalah hidangan yang sangat populer di Indonesia; dengan berbagai suku bangsa dan tradisi seni memasak (lihat Masakan Indonesia) telah menghasilkan berbagai jenis sate. Di Indonesia, sate dapat diperoleh dari pedagang sate keliling, pedagang kaki lima di warung tepi jalan, hingga di restoran kelas atas, serta kerap disajikan dalam pesta dan kenduri. Resep dan cara pembuatan sate beraneka ragam bergantung variasi dan resep masing-masing daerah. Hampir segala jenis daging dapat dibuat sate. Sebagai negara asal mula sate, Indonesia memiliki variasi resep sate yang kaya.

Biasanya sate diberi saus.
Saus ini bisa berupa bumbu kecap, bumbu kacang, atau yang lainnya, biasanya disertai acar dari irisan bawang merah, mentimun, dan cabai rawit.
Sate dimakan dengan nasihangat atau, kalau di beberapa daerah disajikan dengan lontong atau ketupat.

Hidangan internasional yang mirip sate antara lain yakitori dari Jepang, shish kebab dari Turki, shashlik dari Kaukasia,chuanr dari China, dan sosatie dari Afrika Selatan.


Asal mula

Sate telah menjadi makanan yang populer secara luas di berbagai belahan dunia, hal ini menjadikan orang tertarik untuk mengetahui asal mula hidangan populer ini:

"Meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Di sini sate dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang muslim ke Jawa. Bahkan India tak dapat mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini merupakan pengaruh Timur Tengah."

— Jennifer Brennan (1988).

Kata "sate" atau "satai" diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia.
Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab. Dalam tradisi Muslim Indonesia, hari raya Idul Adha atau hari raya kurban adalah peristiwa istimewa.
Pada hari raya kurban ini daging kurban berlimpah dan dibagikan kepada kaum dhuafa dan miskin. Kebanyakan merayakannya dengan bersama-sama memanggang sate daging kambing, domba, atau sapi.

Teori lain mengusulkan bahwa asal kata sate berasal dari istilah Minnan-Tionghoa sa tae bak (三疊肉) yang berarti tiga potong daging.
Akan tetapi teori ini diragukan karena secara tradisional sate terdiri atas empat potong daging, bukan tiga.
Dan angka empat dianggap bukan angka yang membawa keberuntungan dalam kebudayaan Tionghoa.

Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh kepulauan Nusantara yang menghasilkan beraneka ragam variasi sate.
Pada akhir abad ke-19, sate telah menyeberangi selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh perantau Jawa dan Madura yang mulai berdagang sate di negeri jiran tersebut. Pada abad ke-19 istilah sate berpindah bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan, di sana sate dikenal sebagai sosatie.
Orang Belanda juga membawa hidangan ini—dan banyak hidangan khas Indonesia lainnya—ke negeri Belanda, hingga kini seni memasak Indonesia juga memberi pengaruh kepada seni memasak Belanda.
Sate ayam adalah salah satu lauk-pauk yang disajikan dalam hidangan Rijsttafel di Belanda.


Bahan Membuat Sate (Ayam) :

½ ekor ayam (buang kulit dan tulangnya lalu potong dadu)

5 sendok makan kecap manis (olesan)

2 sendok makan margarine (lelehkan, untuk olesan)

2 buah jeruk limau (jika suka)

Tusukan sate secukupnya

Bahan untuk membuat bumbu kacang :

350 ml air

150 gram kacang tanah goreng (haluskan, bisa dengan blender (lebih halus) atau diulek sendiri tapi agak kasar

5 sendok makan kecap manis

Garam secukupnya

Merica bubuk secukupnya

Minyak goreng secukupnya (untuk menumis)

Bahan yang akan dihaluskan untuk membuat bumbu kacang :

5 butir bawang merah

3 siung bawang putih

4 buah cabai merah

2 butir kemiri


Cara Membuat Sate (Ayam):


Langkah pertama, Cuci daging ayam hingga benar benar bersih lalu tiriskan. Setelah daging ayam kering kemudian tusuk ayam dengan menggunakan tusukan sate, lalu kemudian sisihkan

Langkah kedua, Campur kecap manis dan margarine menjadi satu kemudian aduk hingga tercampur secara rata. Setelah itu oleskan pada sate ayam secara merata.Langkah ketiga, Panggang sate ayam di atas bara api hingga terlihat setengah matang, lalu angkat. Selanjutnya celupkan ke dalam bumbu kacang kemudian panggang kembali hingga daging ayam matang dan terlihat berwarna kecoklatan lalu Angkat.Terakhir, hidangkan sate ayam dengan bumbu kacang serta air jeruk limau (jika suka), kemdian lengkapi dengan irisan tomat, irisan bawang merah, irisan cabai rawit, dan lontong atau ketupat.

Senin, 20 Maret 2017

Nasi Uduk








Nasi uduk adalah nama sejenis makanan terbuat dari bahan dasar nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan dari kelapa yang di parut, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica.
Makanan ini kemudian dihidangkan dengan emping goreng, tahugoreng, telur dadar/ telur goreng yang sudah diiris-iris,abon, kering tempe,bawang goreng, ayam goreng, timun dansambal dari kacang.
Makanan ini biasanya lebih sering dijual di pagi hari untuk sarapan dan malam hari untuk makan malam.
Pada malam hari,biasanya nasi uduk dijual di warung pecel lele,yaitu warung yang menjual nasi uduk beserta lauknya, seperti : lele, ikan mas, ayam bakar dan goreng, dan lain lain.


Resep cara membuat Nasi Uduk Enak

Bahan :

1/2 kilo beras, dicuci bersih
700 ml santan dari 1/2 butir kelapa
3 batang sereh dimemarkan
2 lembar daun salam
10 biji merica utuh
Garam

Pelengkap :

Ayam goreng Telur dadar tipis, diris halus
Bawang goreng
Kerupuk
Sambal kacang
Perkedel kentang

Cara membuat :

Rebus santan bersama sereh, daun salam, dan merica utuh, sampai mendidih
Masukkan beras, kemudian masak hingga meresap
Tambahkan garam, aduk rata
Kukus nasi sampai matang
Sajikan dengan pelengkappelengkap

Itulah bahan dan cara membuat nasi uduk, Terima Kasih

Bakso











Bakso atau baso adalah jenis bola dagingyang lazim ditemukan pada masakan Indonesia.
Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur dan ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan ataupun mal-mal. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau cap cai.



Asal mula


Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari istilah 'bakso' berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalahmuslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiridan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo danMalang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnanya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah melimpah.



Bahan-bahan membuat bakso:


Daging sapi 1/2 kg
Bawang putih goreng 1 sendok makan
Bawang merah goreng 2 sendok makan
Es batu 40 gramAir 2000 ml
Tepung kanji 50 gram
Lada bubuk 1/2 sendok teh
Garam 1 sendok teh


Bahan kuah:


Tulang sapi 200 gram
Air 3000 ml


Bumbu kuah:


Bawang merah 5 buah
Bawang putih 7 siung
Bawang goreng 1/2 sendok makan
Kaldu sapi instan 2 sendok teh
Gula pasir 2 sendok teh
Garam dapur 1 sendok makan
Merica 1/2 sendok teh
Daun bawang 4 batang


Cara Membuat baksonya:


Masukkan tepung kanji, bawang putih, bawang merah, lada, garam, dan daging sapinya kedalam wadah.
Uleni dengan tangan biasa atau menggunakan alat pencampur, seperti food processor maupun blender.
Giling daging dan bahan ini sampai halus dan tercampur rata.
Tambahkan es batu jika adonan daging lembek dan sulit untuk dibentuk.
Rebus air dalam panci besar sampai panas hampir mendidih.
Ambil kemudian genggam adonan daging bakso, lalu tekan supaya adonan bisa keluar diantara ibu jari dan jari telunjuk.
Ambil adonan yang sudah muncul dengan menggunakan sendok, lalu masukan kedalam air panas.
Begitu seterusnya sampai adonan habis.
Lanjutkan dengan memasak pentol atau bola bola bakso tadi dengan menggunakan api besar, sampai semuanya terlihat mengapung. Angkat.


Cara membuat kuahnya :


Didihkan air, kemudian masukkan seluruh bahan dan bumbu untuk kuah secara bersama-sama.
Tunggulah sampai air mendidih kembali dan tulangnya menjadi matang, kemudian tambahkan sisa air atau kuah bakso.
Supaya kuah tetap panas, biarkan diatas kompor dengan api kecil.

Itulah Bahan dan Cara Membuat Bakso , Sekian Terima Kasih

Sabtu, 18 Maret 2017

Gado-Gado





    Gado-gado adalah salah satumakanan yang berasal dari Betawiyang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu kacang atau saus darikacang tanah dan yang dihaluskan disertai irisan telur dan pada umumnya banyak yang menambahkan kentang rebus yang sudah dihaluskan untuk saus gado gado kentang rebus dimasak bersamaan dengan bumbu kacang kemudian di atasnya ditaburibawang goreng. Sedikit empinggoreng atau kerupuk (ada juga yang memakai kerupuk udang) juga ditambahkan.


Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu/saus kacang, tetapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong.


Bahan dan Bumbu Gado gado Spesial


Bahan utama yang dibutuhkan adalah 150-200 gram tahu atau sekitar 3-4 potong ukuran besar. Sebenarnya bisa memakai tahu apa saja tapi lebih enak kalau memakai tahu putih.

Tempe yang bagus dan baru sebanyak kurang lebih 150-200 gram. Gunakan tempe yang baru supaya hasilnya lebih enak.

Telur ayam yang sudah direbus sebanyak kurang lebih 2-3 butir.

 Kupas kulitnya dan potong kecil kecil.Tauge segar dan bagus sebanyak kurang lebih 160 gram. Cuci bersih dan buang bagian bawahnya (akar) sebelum di rebus.Kacang panjang segar sebanyak 150 gram juga. Potong ujung ujungnya, cuci bersih dan potong potong kecil sepanjang kurang lebih 2-3 cm.

Daun selada segar sebanyak 150-200 gram. Gunakan selada keriting dan potong kecil kecil (bisa dihilangkan kalau tidak suka).

Ketimun ukuran sedang besar sebanyak 1 buah. Cuci bersih da kupas kulitnya sebelum digunakan.

Pare secukupnya.

Sayuran Kol sebanyak 100 gram. Cuci bersih sebelum direbus dan potong potong kecil juga.

Bawang putih ukuran sedang besar sebanyak 7 pcs. 5 pcs dihaluskan untuk membuat saus kacangnya dan 2 pcs untuk celupan tahu dan tempe sebelum digoreng.

Kacang tanah yang sudah di goreng sangrai sebanyak 250-280 gram. Jangan lupa buang kulitnya sebelum di tumbuk halus untuk saus kacangnya (bumbu saus kacang).

Buah cabai rawit merah secukupnya. Tergantung selera, mau banyak untuk yang suka pedas atau sedikit saja untuk yang tidak suka (bumbu saus kacang).

Santan sebanyak kurang lebih 500 ml. Lebih baik diambil dari perasan kelapa yang diparut supaya lebih legit (bumbu saus kacang).

Air asam jawa sebanyak kirang lebih 3 sendok makan (bumbu saus kacang).

Daun jeruk purut sebanyak kurang lebih 4-5 lembar (bumbu saus kacang).

Gula merah yang bagus sebanyak kurang lebih 50-60 gram. Potong meyamping atau disisir supaya lebih mudah dicampur dengan bahan lain (bumbu saus kacang).

Garam secukupnya untuk celupan tahu tempe dan saus kacangnya (kurang lebih masing masing butuh 1 sendok makan).

Ketumbar secukupnya (kurang lebih 3/4 sendok kecil) untuk bumbu celupan tempe dan tahu.

Air bersih matang secukupnya untuk mencampur saus kacang dan bumbu tempe tahunya.

Minyak secukupnya.

Bahan pelengkap sesuai selera, seperti bawang goreng, kerupuk udang, emping goreng, dll.


Cara Membuat Resep Gado gado enak dan mudah


Pertama tama kita akan membuat saus kacangnya dulu. Tetapi sambil menunggu saus kacangnya jadi, teman teman bisa merebus semua bahan sayurannya sampai matang atau agak matang kemudian dipotong potong sesuai selera.

Siapkan penggorengan dengan api kecil sedang dan beri minyak sedikit untuk menumis.

Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan, cabe rawit dan 4-5 lembar daun jeruk purutnya.

 Tumis dan aduk aduk sampai tercium bau harumnya.

Masukkan santan yang sudah disiapkan dan aduk aduk sampai tercampur sempurna dengan bumbu tumisan diatas.Masukkan kacang sangrai yang sudah dihaluskan. 

Campur dan aduk aduk lagi sampai semua bahan tercampur rata dan santannya mendidih.

Langkah berikutnya masukkan air asam jawa dan gula merah yang sudah disisir halus. 

Aduk aduk kembali sampai semua bahan tercampur rata.

Masukkan garam dapur beryodium secukupnya.

 Aduk aduk kembali sampai aroma gula merah dan kacangnya tercampur dan tercium harum.

Langkah berikutnya menggoreng tahu dan tempenya. Tetapi kita bikin celupan atau rendaman buat tahu dan tempe supaya lebih gurih.

Haluskan bawang putih dan ketumbarnya.

Beri air secukupnya dan tambahkan garam dapur beryodium secukupnya.Siapkan penggorengan dengan api sedang dan beri minyak secukupnya.

Masukkan tempe dan tahu yang sudah dicelup sebelumnya ke dalam bumbu celupan.

Bolak balik tahu dan tempe sampai mberwarna kecoklatan dan matang.Angkat dan potong kecil kecil.

Ambil sayuran yang sudah matang dan dipotong potong.

Taruh di atas piring secukupnya. Beri sedikit tahu, tempe dan telur rebus yang sudah dipotong kemudian siram dengan saus kacangnya sesuai selera.

Nasi Tumpeng





      Tumpeng adalah cara penyajian nasibeserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut karena itu disebut pula 'nasi tumpeng'. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduriatau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum.

     Tumpeng biasa disajikan di atastampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang.


Bahan-bahan Tumpeng

100 gr beras ketan, rendam ±12 jam
1 liter beras putih
750 cc Santan Kelapa
100 cc Air matang
3 pcs daun Jeruk
2 pcs daun salam
3 cm kunyit
1 batang serai
1 sdm air jeruk nipis, peras
Garam dapur secukupnya

Cara Membuat Nasi Tumpeng Sedap Gurih

Siapkan panci sedang besar, isi dengan santan kelapa, garam, halus, daun jeruk, serai, air kunyit (dari campuran remasan daun jeruk, batang serai yang dimemarkan serta parutan kunyit dan 100 ml air yang diperas dan disaring) dan daun salam. Aduk-aduk sampai merata kemudian masukkan beras yang sudah dicuci bersih ke dalamnya. Rebus sampai mendidih dengan sesekali diaduk rata. Angkat setelah santan sedikit mengering.Setelah selesai direbus, selanjutnya ke tahap pematangan nasi dengan cara dikukus hingga 35 menit lamanya atau sampai matang sempurna. Kemudian angkat dan pindahkan nasi ke wadah bakul sambil sesekali di bolak balik supaya pulen dan tunggu sampai asapnya menghilang.Selanjutnya, tuangkan nasi ke dalam wadah kerucut atau kukusan yang sudah disiram dengan air panas sebelumnya. kemudian pindahkan nasi ke dalamnya sampai padat dan membentuk kerucut lalu angkat kukusan.Lengkapi sajian nasi tumpeng dengan ayam goreng, ikan goreng, lalapan, sayuran juga lauk pauk lainnya dan tentunya sambal goreng pedas agar lebih meriah.

Itulah cara penyajian nasi tupeng nikmat dari resep cara membuat nasi tumpeng, Selamat Memasak.